sidoarjoupdate.com – Ekspansi bisnis perjalanan ibadah haji dan umrah tidak cukup hanya dengan memperluas jaringan kantor. Kualitas pelayanan, kepastian legalitas, dan kepercayaan masyarakat menjadi faktor penting yang harus dijaga penyelenggara di tengah kebutuhan jemaah yang semakin beragam.

Hal tersebut mengemuka dalam peresmian kantor pusat PT Mabruro Tour and Travel di Ruko Tiara Town Square, Jalan KH Ali Mas’ud, Pagerwojo, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (10/10/2026). Kehadiran kantor baru ini menjadi bagian dari pengembangan jaringan usaha Mabruro sekaligus upaya mendekatkan layanan kepada masyarakat.
Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana yang hadir bersama suaminya, Rahmat Muhajirin, menempatkan kenyamanan jemaah sebagai salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian serius. Menurutnya, pelayanan perjalanan ibadah tidak berhenti pada proses keberangkatan, tetapi juga mencakup pendampingan, akomodasi, transportasi, hingga kebutuhan konsumsi selama di Tanah Suci.
Pengalaman pribadi Mimik saat menjalankan ibadah umrah bersama Mabruro turut menjadi pertimbangannya dalam menilai pelayanan biro perjalanan tersebut.
“Alhamdulillah, berdasarkan pengalaman saya selama menjalankan ibadah umrah bersama Mabruro, pelayanannya sangat berkesan. Saya berharap pelayanan yang baik ini terus dipertahankan dan ditingkatkan,” ungkapnya.
Salah satu hal yang disoroti Mimik adalah penyediaan makanan yang sesuai dengan kebiasaan masyarakat Indonesia. Menu sederhana seperti tempe, tahu, dan sayur asem dinilai dapat membantu jemaah merasa lebih nyaman selama menjalankan rangkaian ibadah.
Menurutnya, pengembangan usaha semestinya berjalan seiring dengan peningkatan mutu layanan. Profesionalisme dan ketulusan dalam melayani menjadi bagian penting untuk mempertahankan kepercayaan masyarakat yang menitipkan perjalanan ibadahnya kepada penyelenggara.
Di sisi lain, Komisaris Mabruro Tour and Travel, Abdul Wahab Hasan, menjelaskan bahwa pembukaan kantor pusat di Sidoarjo merupakan langkah pengembangan usaha untuk memperluas akses pelayanan bagi calon jemaah.
Mabruro, kata Wahab, telah mengembangkan jaringan kantor cabang di sejumlah daerah, di antaranya Malang, Blitar, Gresik, dan Ponorogo. Dengan hadirnya kantor pusat di Sidoarjo, masyarakat diharapkan lebih mudah mendapatkan informasi serta mengakses layanan perjalanan ibadah haji dan umrah.
“Terima kasih kepada Ibu Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, dan Bapak Rahmat Muhajirin yang telah hadir. Kami sangat bersyukur dan mengapresiasi dukungan beliau berdua,” ujar Wahab.
Namun, perluasan jaringan usaha juga harus dibarengi dengan pemenuhan ketentuan yang berlaku. Aspek legalitas dan kepatuhan terhadap regulasi menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut, terutama karena penyelenggaraan perjalanan ibadah menyangkut perlindungan dan kenyamanan masyarakat.
Perwakilan Kementerian Haji di Sidoarjo, Eliana, mengingatkan pentingnya kepatuhan penyelenggara terhadap aturan pemerintah. Koordinasi dengan instansi terkait juga diperlukan mengingat penyelenggaraan haji dan umrah melibatkan berbagai pihak.
“Legalitas dan kepatuhan terhadap regulasi harus selalu dijaga. Seluruh ketentuan yang ditetapkan pemerintah pada dasarnya bertujuan untuk memberikan perlindungan dan kebaikan bagi penyelenggara maupun jemaah,” pesannya.
Eliana juga menekankan bahwa integritas dan amanah harus menjadi landasan dalam menjalankan usaha perjalanan ibadah. Di tengah maraknya promosi melalui media sosial, kualitas pengalaman jemaah tetap menjadi bagian penting dalam membangun reputasi dan kepercayaan publik.
Karena itu, ia berharap Mabruro konsisten menjaga mutu pelayanan sekaligus memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan instansi terkait. Kepatuhan terhadap regulasi tidak hanya menjadi kewajiban administratif, tetapi juga bagian dari tanggung jawab penyelenggara kepada jemaah.
Dalam kesempatan yang sama, Mimik berharap Mabruro dapat menjajaki peluang kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Pembahasan kemitraan tersebut dapat mencakup penyampaian informasi layanan umrah kepada aparatur sipil negara (ASN), dengan tetap mengedepankan transparansi dan prosedur yang tepat.
Mimik juga menyampaikan rencana untuk kembali menunaikan ibadah umrah bersama sejumlah jemaah pada bulan berikutnya. Ia berharap perjalanan tersebut dapat berlangsung lancar.
“Harapan dan doa saya, semoga PT Mabruro semakin sukses, semakin maju, dan semakin berkembang pesat, serta semakin banyak masyarakat yang mempercayakan perjalanan ibadah haji dan umrahnya,” tuturnya.
Peresmian kantor pusat Mabruro di Pagerwojo menandai perluasan jaringan layanan perusahaan di Sidoarjo. Tantangan berikutnya adalah memastikan perkembangan usaha tersebut diikuti pelayanan yang konsisten, profesionalisme, serta kepatuhan terhadap regulasi demi menjaga kepercayaan masyarakat dan kenyamanan jemaah.
(Lisa)


