sidoarjoupdate.com – Peningkatan kapasitas pompa hingga lima kali lipat menjadi salah satu langkah Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam mengantisipasi banjir di kawasan Sidokare dan sekitarnya. Infrastruktur pengendali air tersebut disiapkan untuk mempercepat aliran air menuju kolam penampungan sebelum diteruskan ke sungai.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pembangunan rumah pompa di Sekardangan menjadi salah satu proyek yang mendapat perhatian. Kapasitas pompa yang sebelumnya 50 liter per detik ditingkatkan menjadi 250 liter per detik. Selain itu, pemerintah daerah juga mempercepat pembangunan rumah pompa di Jalan Jati, tepat di depan Lippo Plaza, yang selama ini menjadi salah satu kawasan perhatian dalam penanganan genangan.

Bupati Sidoarjo H. Subandi bersama Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap kedua proyek tersebut pada Senin (26/10/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan perkembangan pembangunan sekaligus mengevaluasi kualitas pekerjaan sebelum infrastruktur diserahkan dan dioperasikan.

Dalam peninjauan di Jalan Jati, Subandi menyoroti kualitas konstruksi, terutama penggunaan material dan pengerjaan pasangan batu. Menurutnya, capaian progres tidak boleh menjadi satu-satunya tolok ukur keberhasilan pembangunan. Kesesuaian pekerjaan dengan standar teknis juga harus dipastikan agar fasilitas tersebut dapat digunakan dalam jangka panjang.

“Secara progres, pekerjaan ini harus terus dikawal agar selesai tepat waktu. Namun, yang tidak kalah penting adalah kualitas pekerjaan dan material yang digunakan. Kalau ada bagian yang kurang baik, harus segera diperbaiki sebelum serah terima, sehingga tidak menimbulkan pekerjaan berulang,” tegasnya.

Berdasarkan hasil peninjauan, progres pembangunan rumah pompa di depan Lippo Plaza telah melampaui target sebesar 10 persen. Meski demikian, Subandi meminta pengawasan tetap dilakukan secara berkala. Bagian konstruksi yang dinilai belum memenuhi standar harus segera dibenahi sebelum proses serah terima.

Persoalan banjir di kawasan tersebut juga membutuhkan dukungan infrastruktur saluran air. Karena itu, Dinas PUBM Sidoarjo berencana berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait pembangunan saluran crossing pada jalan yang menjadi kewenangan provinsi.

Kepala Dinas PUBM Kabupaten Sidoarjo Makhmud menjelaskan, saluran crossing tersebut direncanakan untuk mengalirkan air dari kawasan rawan banjir menuju busem atau kolam penampungan. Keberadaan saluran itu diharapkan dapat mendukung sistem pengendalian banjir di sekitar Lippo Plaza agar bekerja lebih optimal.

Sementara itu, pembangunan rumah pompa Sekardangan mencatat progres 11 persen atau lebih tinggi satu persen dari target. Pekerjaan di lokasi tersebut mencakup pembangunan plengsengan dan rumah pompa dengan peningkatan kapasitas penyedotan air dari 50 liter per detik menjadi 250 liter per detik.

“Peningkatan kapasitas ini diharapkan dapat mengurangi risiko banjir, khususnya di wilayah Sidokare dan sekitarnya. Nantinya, aliran air dari kawasan tersebut akan diarahkan menuju busem atau kolam penampungan sebelum dialirkan ke sungai,” jelasnya.

Tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir, kawasan embung Sekardangan juga diarahkan memiliki manfaat tambahan bagi lingkungan dan perekonomian warga. Subandi meminta penataan kawasan dilakukan agar keberadaan embung dapat mendukung aktivitas masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Alhamdulillah, pembangunan ini berjalan dengan baik. Saya minta agar embung ini nantinya tidak hanya dimanfaatkan untuk menampung air dan mengatasi banjir, tetapi juga mendukung penataan lingkungan serta peningkatan ekonomi masyarakat. Harapannya, setelah persoalan banjir tertangani, UMKM di sekitar sini juga dapat beraktivitas dengan baik,” ujarnya.

Makhmud menambahkan, penanganan banjir di Sidoarjo dilakukan melalui pembangunan maupun perbaikan rumah pompa di sejumlah kawasan. Beberapa titik yang menjadi perhatian di antaranya Lippo, Banjarpoh, Sidokare, dan Sekardangan.

Secara keseluruhan, Kabupaten Sidoarjo memiliki 38 rumah pompa dengan kapasitas yang disesuaikan berdasarkan kebutuhan masing-masing wilayah. Pengoperasian infrastruktur tersebut diharapkan mampu mempercepat pembuangan air dari kawasan rawan genangan, terutama ketika intensitas hujan meningkat.

Melalui pembangunan dan peningkatan kapasitas tersebut, Pemkab Sidoarjo menargetkan sistem pengendalian banjir dapat bekerja lebih efektif. Namun, selain penyelesaian fisik proyek, kesiapan saluran penghubung, kualitas konstruksi, serta fungsi operasional rumah pompa juga menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko genangan saat musim hujan.

(Lisa)