sidoarjoupdate.com – Keterlibatan perempuan dalam kepemimpinan dinilai penting untuk memperkuat pembangunan daerah, termasuk dalam mendorong pemberdayaan ekonomi dan memperjuangkan persoalan yang dihadapi perempuan. Karena itu, perempuan perlu memiliki karakter kepemimpinan, keberanian mengambil keputusan, serta kemampuan mengembangkan potensi diri.

Pesan tersebut disampaikan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sidoarjo, Sriatun Subandi, dalam Seminar Woman Leadership yang digelar Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kabupaten Sidoarjo di Pendopo Delta Wibawa, Rabu (14/10/2026). Kegiatan itu mengusung tema “Perempuan dalam Kepemimpinan: Good Leadership, Good Attitude”.
Sriatun menilai, kepemimpinan perempuan tidak semata-mata diukur dari jabatan yang berhasil diraih. Kemampuan menghadapi tantangan, membawa perubahan positif, dan menginspirasi lingkungan sekitar juga menjadi bagian penting dari kepemimpinan yang berkarakter.
“Menjadi perempuan hebat bukan berarti melakukan semuanya seorang diri, tetapi mampu mengenali potensi diri, terus belajar, bekerja sama, dan tidak ragu memberi kesempatan kepada perempuan lainnya untuk tumbuh dan berkembang,” ujarnya dalam sambutan.
Menurut Sriatun, ruang bagi perempuan untuk berkembang terbuka di berbagai sektor, mulai dari keluarga, organisasi, pemerintahan, pendidikan, hingga ekonomi dan kewirausahaan. Kesempatan tersebut perlu diimbangi dengan kepercayaan diri, inovasi, serta dukungan antarsesama perempuan agar potensi yang dimiliki dapat berkembang secara optimal.
Ia juga mengaitkan kepemimpinan perempuan dengan kemajuan Kabupaten Sidoarjo. Perempuan yang memiliki kapasitas dan kesempatan untuk berkembang dinilai dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah, sekaligus memperkuat daya saing dan kesejahteraan masyarakat.
“Peran perempuan tentunya sangat bermanfaat bagi Kabupaten Sidoarjo. Perempuan yang berkembang dengan baik ikut berkontribusi untuk Sidoarjo yang semakin maju, berdaya saing, dan sejahtera,” katanya.
Selain penguatan kapasitas diri dan pemberdayaan ekonomi, Sriatun menyoroti pentingnya keterwakilan perempuan di lembaga legislatif. Menurutnya, semakin banyak perempuan yang terlibat dalam pengambilan kebijakan, semakin terbuka pula ruang bagi mereka untuk ikut memperjuangkan persoalan yang berkaitan dengan perempuan.
“Saya juga berharap agar di dunia legislatif banyak perempuan yang ikut andil. Sebab, dengan cara itu perempuan ikut mengambil peran dalam masalah-masalah seperti kekerasan perempuan yang saat ini masih merajarela,” harapnya.
Sementara itu, Ketua IWAPI Kabupaten Sidoarjo, Shofiyah, menekankan pentingnya membangun perempuan yang mampu beradaptasi dengan perubahan dan memiliki daya saing. Menurutnya, penguatan kepemimpinan perlu berjalan beriringan dengan kolaborasi untuk mendorong perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Seminar tersebut diharapkan tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi juga membuka peluang kerja sama yang memberikan manfaat bagi pelaku usaha perempuan di Sidoarjo.
“Perempuan harus adaptif dan berdaya saing. Melalui sinergi ini, diharapkan lahir kolaborasi nyata untuk UMKM Sidoarjo,” ujar Shofiyah.
(Lisa)


