Sidoarjoupdate.com – Peletakan batu pertama rekonstruksi Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, menjadi momentum penting bagi penguatan kualitas pendidikan pesantren di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, A. Muhaimin Iskandar, menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan tata kelola, mutu pembelajaran, serta sarana prasarana pesantren.
Didampingi Bupati Sidoarjo H. Subandi dan jajaran Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Menko PM meresmikan dimulainya pembangunan ulang pesantren yang berlokasi di Jalan Raya Siwalan Panji II tersebut. Kegiatan berlangsung di Ponpes Al-Khoziny pada Kamis (11/12/2025).
“Momentum hari ini harus menjadi pengingat, menjadi wake up call bagi kita semua untuk bangkit dan menata masa depan yang lebih baik,” ujar Menko Muhaimin dalam sambutannya.
Ia menekankan bahwa tragedi runtuhnya bangunan pondok pesantren pada 29 September lalu harus dijadikan pelajaran berharga untuk memperkuat standar keselamatan dan keamanan bangunan pendidikan.
Rekonstruksi Ponpes Al-Khoziny didanai sepenuhnya melalui APBN 2025–2026 dengan total anggaran Rp125,3 miliar, dibangun di atas lahan seluas 4.100 meter persegi. Proyek tersebut memiliki masa pelaksanaan 210 hari dan masa pemeliharaan 180 hari.
“Iya, APBN semua. Ada di situ tadi Rp125 miliar,” tegas Menko Muhaimin.
Ia menambahkan bahwa Presiden Prabowo menaruh perhatian besar terhadap pesantren, mengingat perannya yang historis sebagai benteng moral, pusat transmisi ilmu pengetahuan, dan tempat lahirnya para pejuang kemerdekaan.
Menurut Menko Muhaimin, pesantren merupakan ekosistem pendidikan paling lengkap, karena menyelaraskan nilai-nilai agama dengan kemampuan hidup modern.
“Laboratorium kehidupan itu ya pesantren. Para santri bukan hanya harus alim ilmu agama, tetapi juga mampu menyejahterakan diri, keluarga, dan masyarakat,” tuturnya.
Ia berharap rekonstruksi Al-Khoziny dapat memperkuat kapasitas lembaga pendidikan Islam agar semakin relevan dengan tuntutan zaman tanpa meninggalkan tradisi dan karakter khas pesantren.
“Semoga pembangunan cepat selesai, kuat, berkualitas, tidak dikorupsi, dan membawa keberkahan bagi semua pihak,” lanjutnya.
Menko PM juga mengajak pesantren untuk memperluas kolaborasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya, terutama dalam peningkatan tata kelola keuangan, penguatan kurikulum, serta peningkatan kapasitas tenaga pendidik.
Proyek rekonstruksi Al-Khoziny mencakup pembangunan gedung lima lantai yang akan difungsikan sebagai asrama dan pusat pendidikan, serta masjid empat lantai. Seluruh fasilitas tersebut dibangun di atas lahan seluas 4.100 meter persegi.
Acara groundbreaking turut dihadiri Bupati Sidoarjo, perwakilan Kementerian Agama, Kementerian PUPR, serta sejumlah unsur kementerian/lembaga yang tergabung dalam Satgas Penataan Pembangunan Pesantren.


