sidoarjoupdate.com – Kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan dinilai menjadi salah satu kunci dalam memperkuat pelayanan publik serta pembangunan di Kabupaten Sidoarjo. Peran organisasi tidak hanya dibutuhkan dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga melalui keterlibatan langsung dalam kehidupan sosial masyarakat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Hal itu disampaikan Bupati Sidoarjo H. Subandi saat menghadiri Pengajian Ahad Pahing bersama Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo Sriatun Subandi, Majelis Ta’lim Fatimah Zahra, dan PC Fatayat NU Sidoarjo di Pendopo Delta Wibawa, Minggu (27/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Subandi menyoroti pentingnya membuka ruang bagi organisasi kemasyarakatan untuk berkontribusi melalui berbagai kegiatan positif. Menurutnya, Pendopo Delta Wibawa bukan sekadar tempat kegiatan pemerintahan, melainkan ruang bersama yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Saya selalu menyampaikan bahwa Pendopo Delta Wibawa ini adalah milik kita bersama. Milik masyarakat Sidoarjo. Setiap bulan pasti kita berikan kesempatan untuk kegiatan-kegiatan pengajian di Pendopo Kabupaten Sidoarjo ini,” jelasnya.

Pengajian yang mengangkat tema “Menguatkan Keluarga, Menebar Manfaat, Membangun Peradaban” tersebut diikuti ribuan warga dan tokoh masyarakat. Kegiatan itu menghadirkan Ning Dr. Uswatun Hasanah sebagai narasumber yang membahas pemberdayaan perempuan dalam lingkup keluarga maupun lingkungan sosial.

Ning Nafis, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa perempuan berdaya bukan hanya diukur dari aktivitas di luar rumah. Perempuan juga memiliki peran penting dalam memberikan manfaat bagi keluarga, baik sebagai anak, istri, maupun ibu.

“Perempuan berdaya itu adalah perempuan yang bisa bermanfaat, baik di dalam maupun di luar rumah,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan bahwa keluarga yang harmonis membutuhkan hubungan saling menghargai dan pembagian tanggung jawab antara suami dan istri. Kehidupan rumah tangga yang sakinah, menurutnya, harus dibangun melalui sikap saling menghormati dan memperlakukan pasangan dengan baik.

“Menjadi seorang istri yang berdaya dan suami yang berdaya itu kudu bisa menuju ke pernikahan yang sakinah. Sakinah itu anteng, adhem, ayem ketika memandang pasangan,” ungkapnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Ning Nafis mendorong kaum perempuan agar tidak berhenti belajar. Kegiatan keagamaan dan majelis taklim menjadi salah satu ruang untuk memperluas pemahaman mengenai peran perempuan dalam keluarga sekaligus masyarakat.

“Makanya belajar, makanya sinau, makanya nderek kegiatan-kegiatan yang dihimpun. Itu pentingnya belajar,” tuturnya.

Sementara itu, Subandi menilai PC Fatayat NU Sidoarjo memiliki potensi besar untuk mendukung program pemerintah, khususnya kegiatan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Kolaborasi tersebut dapat diperluas hingga tingkat organisasi di kecamatan dan desa dengan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD).

“Fatayat, baik PC, PAC, maupun ranting memberikan support terutama untuk pelayanan yang berdampak langsung kepada masyarakat. Visi sahabat Fatayat juga sama: memberikan sumbangsih bersama di tengah-tengah masyarakat,” tutur Bupati Subandi.

Ia mengapresiasi kehadiran para peserta yang tetap meluangkan waktu mengikuti kegiatan keagamaan pada hari Minggu. Subandi juga menyampaikan terima kasih kepada Fatayat NU dan seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dalam pengajian tersebut.

“Terima kasih sanget atas rawuh Panjenengan. Masih bisa menyempatkan dan diniati mengikuti kegiatan seperti ini di hari Ahad, hari Minggu,” ucapnya.

Di sela kegiatan, Subandi turut membagikan sebagian rezekinya kepada anak-anak yang hadir. Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda keagamaan, tetapi dapat menjadi ruang mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

Menurutnya, kesamaan visi antara pemerintah daerah dan Fatayat NU perlu diterjemahkan dalam kerja bersama, terutama untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di berbagai tingkatan pemerintahan.

“Mudah-mudahan dengan kegiatan hari ini bisa terus berkolaborasi. Kita tingkatkan mulai dari OPD, kecamatan, maupun desa. Saya yakin visi dan misi sahabat Fatayat sama dengan program pemerintah, yaitu memberikan dukungan terhadap pelayanan publik yang lebih baik dan berdampak langsung kepada masyarakat,” pungkasnya.

(Lisa)