Sidoarjoupdate.com – Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Sidoarjo diwarnai kegiatan touring bertajuk Motoran Santun, Rabu (21/10/2026). Bupati Sidoarjo H. Subandi secara resmi melepas keberangkatan peserta dari Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Putat, Kecamatan Tanggulangin.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pelepasan ditandai dengan penekanan tombol oleh Subandi sebagai simbol dimulainya perjalanan. Kegiatan tersebut mengajak para santri memperingati Hari Santri melalui aktivitas berkendara yang mengedepankan ketertiban, kesantunan, dan kepedulian terhadap pengguna jalan lainnya.

Dari titik keberangkatan, rombongan melintasi sejumlah wilayah, yakni Tanggulangin, Tulangan, Pilang, Wonoayu, hingga Sidoarjo Kota. Perjalanan dijadwalkan berakhir di Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo.

Acara tersebut dihadiri Ketua DPRD Sidoarjo H. Abdillah Nasih, Kapolresta Sidoarjo AKBP Bobby Adimas Chandra Putra, Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo sekaligus Ketua DPC PKB Sidoarjo H. Rizza Ali Faizin, M.Pd.I., serta anggota DPRD Sidoarjo Zahlul Yussar, S.I.Kom.

Turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Sidoarjo, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD), unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para ulama, dan ratusan santri.

Subandi menyampaikan kebanggaannya dapat memperingati Hari Santri bersama unsur pemerintah daerah, aparat, ulama, dan kalangan pesantren. Ia menilai santri memiliki peran penting dalam menentukan arah masa depan bangsa.

“Alhamdulillah, kita bangga bisa bersama-sama memperingati Hari Santri, bersama Forkopimda, para ulama, dan santri,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa santri merupakan bagian penting dari generasi penerus yang akan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.

Bupati Subandi melepas peserta touring Motoran Santun di Pondok Pesantren Manba’ul Hikam.
“Santri adalah aset masa depan. Masa depan bangsa Indonesia bergantung pada para santri. Santri hebat, bangsa hebat.”

“Santri adalah aset masa depan. Masa depan bangsa Indonesia bergantung pada para santri. Santri hebat, bangsa hebat,” kata Subandi.

Di hadapan peserta, Subandi juga menyampaikan harapan agar para santri tumbuh menjadi generasi yang berakhlak baik.

“Mudah-mudahan menjadi anak-anak yang saleh dan salehah,” ucapnya.

Sementara itu, pengasuh Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, KH Abdul Wahid Harun, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut mengusung tema Motoran Santun. Ia mengingatkan peserta agar menjadikan etika berlalu lintas sebagai bagian penting dari kegiatan tersebut.

“Di jalan tidak boleh mengganggu pengguna jalan mana pun. Tetap santun dalam berkendara, dan tidak boleh salip-menyalip,” tuturnya.

Menurut KH Abdul Wahid Harun, kegiatan itu diharapkan dapat menghadirkan pemberitaan positif tentang santri sekaligus memperkuat citra Sidoarjo sebagai kota santri.

Ia juga menyebut kegiatan tersebut menjadi pengobat keprihatinan atas peristiwa keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan santri. Harapannya, momentum Hari Santri tetap menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan dan menjaga nilai-nilai pesantren di tengah masyarakat.

Melalui Motoran Santun, peringatan Hari Santri di Sidoarjo tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga membawa pesan tentang pentingnya menjaga adab, mematuhi aturan lalu lintas, dan menghormati sesama pengguna jalan.

[Lisa]