sidoarjoupdate.com – Ancaman genangan air dan kondisi rumah yang tak layak huni menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menjelang puncak musim hujan. Melalui program jaring pengaman sosial, pemerintah daerah menyiapkan rehabilitasi dua rumah warga sekaligus menyalurkan bantuan kursi roda kepada empat penyandang disabilitas dan warga lanjut usia di Kecamatan Waru, Jumat (23/10/2026).

Bupati Sidoarjo Subandi turun langsung meninjau kondisi rumah penerima bantuan serta menyerahkan alat bantu mobilitas. Program tersebut menyasar enam penerima manfaat yang tersebar di Desa Janti, Kureksari, Kedungrejo, dan Bungurasih.
Perbaikan hunian menjadi salah satu perhatian utama karena kondisi bangunan yang rusak dan lingkungan yang kerap tergenang air berpotensi mengganggu kesehatan penghuni. Sementara itu, bantuan kursi roda diharapkan memudahkan warga yang mengalami keterbatasan mobilitas dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Salah satu rumah yang menjadi sasaran rehabilitasi adalah milik Widada, warga Desa Janti, RT 005 RW 002. Kondisi tempat tinggalnya dinilai tidak layak karena atap kerap bocor dan air menggenangi rumah saat hujan turun.
Widada mengaku kesulitan memperbaiki rumahnya akibat keterbatasan ekonomi. Penghasilannya sebagai buruh serabutan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sehingga perbaikan rumah belum dapat dilakukan secara mandiri.
Penanganan rumah tersebut direncanakan mencakup peninggian lantai untuk mengantisipasi banjir, penggantian atap dengan rangka baja ringan, perbaikan plafon, pemasangan keramik, pembenahan sanitasi kamar mandi, serta perbaikan ventilasi udara.

Subandi menegaskan bahwa kondisi rumah warga yang tidak layak membutuhkan penanganan segera, terlebih ketika curah hujan mulai meningkat.
”Apabila ada warga yang membutuhkan kursi roda atau perbaikan rumah, pemerintah daerah akan segera turun. Kasihan warga yang rumahnya tidak layak, apalagi menjelang musim hujan. Atap yang bocor dan genangan air dapat menyebabkan timbulnya penyakit,” kata Subandi.
Rehabilitasi dua rumah penerima manfaat dijadwalkan mulai dilaksanakan pada pekan pertama November 2026. Selain rumah Widada di Desa Janti, perbaikan juga akan dilakukan terhadap rumah Umar Muroh di Desa Kureksari, RT 002 RW 003.
Khusus rumah Widada, peninggian lantai menjadi bagian penting dari pekerjaan untuk mengurangi risiko air masuk dan menggenangi hunian. Perbaikan atap, lantai, kamar mandi, dan ventilasi juga ditujukan untuk meningkatkan kelayakan rumah agar lebih aman dan nyaman ditempati.
”Rumah ini ditinggikan agar saat hujan tidak tergenang air. Genteng diganti menggunakan rangka baja ringan, lantai dikeramik, dan fasilitas kamar mandi dibenahi,” ujar Subandi.
Di luar program rehabilitasi rumah, empat warga menerima bantuan kursi roda dengan jenis yang disesuaikan dengan kebutuhan penerima. Penyerahan dilakukan langsung di lokasi masing-masing penerima.
Di Desa Janti, bantuan kursi roda tipe 3-in-1 diberikan kepada Wati Soedjiati yang tinggal di RT 022 RW 002. Sementara itu, Muhammad Zakaria, warga RT 003 RW 001, menerima kursi roda standar.
Bantuan kursi roda tipe 3-in-1 juga diserahkan kepada Soebodo di Desa Kedungrejo, RT 005 RW 001. Adapun kursi roda standar diberikan kepada Sumini, warga Desa Bungurasih, RT 004 RW 001.
Bagi Sumini (60), bantuan tersebut memiliki arti penting setelah selama tiga tahun terakhir ia hanya bisa terbaring di tempat tidur akibat sakit yang dideritanya.
”Sudah tiga tahun saya tidak bisa beraktivitas. Setiap kali hendak ke kamar mandi, keluarga harus menggotong saya. Bantuan kursi roda ini sangat membantu,” tutur Sumini.
Rangkaian kegiatan dimulai di Desa Janti sekitar pukul 09.30 WIB, dilanjutkan peninjauan rumah di Desa Kureksari pada pukul 10.15 WIB. Kegiatan kemudian berlanjut ke Desa Kedungrejo dan berakhir di Desa Bungurasih sekitar pukul 10.45 WIB.
Pemkab Sidoarjo juga memperluas jangkauan bantuan sosial melalui pembagian paket bahan pokok kepada masyarakat di sekitar lokasi kegiatan. Sebanyak 10 paket sembako dibagikan pada setiap titik peninjauan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga di lingkungan penerima manfaat.
Penyaluran bantuan tersebut melengkapi upaya pemerintah daerah dalam menangani kebutuhan kelompok rentan, mulai dari perbaikan tempat tinggal hingga dukungan mobilitas bagi warga yang membutuhkan. Dengan dimulainya rehabilitasi pada awal November, kondisi rumah penerima bantuan diharapkan menjadi lebih layak dan mampu menghadapi risiko genangan selama musim hujan
(Lisa)


