sidoarjoupdate.com – Gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi penutup dramatis bagi ratusan warga Sidoarjo yang mengikuti nonton bareng (nobar) laga Indonesia kontra Thailand di Pendopo Delta Sabha, Senin (5/10/2026) malam.

Ketegangan yang sejak awal mewarnai nobar berubah menjadi luapan kegembiraan setelah Timnas Indonesia memastikan kemenangan melalui drama adu penalti. Kegiatan yang digelar Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Sidoarjo itu sekaligus menjadi ruang berkumpul warga untuk memberikan dukungan kepada Skuad Garuda.
Kepala Disporapar Sidoarjo, Rudi Setyawan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Disporapar, kata dia, berupaya menyediakan ruang yang dapat dimanfaatkan warga untuk berkumpul dan menikmati pertandingan dalam suasana kebersamaan.
“Ini bagian dari pelayanan kami kepada masyarakat. Disporapar memberikan tempat dan waktu agar masyarakat bisa berkumpul bersama, menikmati pertandingan, sekaligus membangun kebersamaan. Ke depan, kami akan lebih memperhatikan kebutuhan masyarakat dan berupaya memberikan ruang-ruang kegiatan yang memang dibutuhkan masyarakat,” kata Rudi.

Jalannya pertandingan memang membuat warga yang hadir tidak bisa bersantai. Indonesia sempat menguasai permainan pada babak pertama dengan persentase penguasaan bola sekitar 65 persen. Namun, dominasi tersebut belum menghasilkan gol sehingga kedua tim memasuki ruang ganti dengan skor 0-0.
Memasuki babak kedua, tekanan Indonesia semakin meningkat. Peluang yang diperoleh melalui Romeny berujung pelanggaran dan membuat Nicolas Mickelson menerima kartu kuning kedua. Thailand pun harus bermain dengan 10 pemain.
Situasi tersebut dimanfaatkan Indonesia. Tendangan bebas Dean James pada menit ke-81 berubah arah setelah mengenai kaki Iklas Sanron. Bola kemudian mengecoh kiper Thailand, Saranon Anuin, dan bersarang di gawang.
Gol itu sontak memicu sorakan warga di lokasi nobar. Namun, keunggulan Indonesia tidak bertahan lama. Thailand mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-87 melalui Iklas Sanron. Skor 1-1 bertahan sampai waktu normal berakhir dan laga dilanjutkan ke perpanjangan waktu.
Drama kembali berlanjut. Thailand berbalik unggul melalui Peeradol Chamrasamee pada menit ke-111. Indonesia kemudian merespons lima menit berselang. Elkan Baggott memanfaatkan kemelut di depan gawang untuk mengubah skor menjadi 2-2.
Suasana semakin riuh ketika Indonesia akhirnya mengunci kemenangan 4-2 melalui adu penalti. Empat eksekutor Indonesia, Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama, berhasil menuntaskan tugasnya. Sebaliknya, dua penendang Thailand, Yooyen Sarach dan Nattapong Sayriya, gagal mencetak gol.
Sepakan Sarach membentur tiang, sedangkan tendangan Sayriya berhasil ditepis Audero. Hasil tersebut memastikan Indonesia keluar sebagai juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah pertandingan berlangsung hingga perpanjangan waktu.
Menurut Rudi, kegiatan semacam itu juga menjadi bagian dari upaya membangun interaksi yang lebih dekat antara pemerintah dan masyarakat. Karena itu, ruang kebersamaan seperti nobar dinilai dapat terus dikembangkan sesuai kebutuhan warga.
“Kami ingin sinergi dengan masyarakat ini terus berjalan. Salah satunya melalui kegiatan seperti nobar. Ke depan, tentu kami akan lebih memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, sehingga pemerintah bisa memberikan pelayanan dan ruang kebersamaan yang lebih baik,” pungkasnya.
Antusiasme warga juga terlihat dari suasana selama pertandingan berlangsung. Selain menyaksikan laga, masyarakat yang datang mendapat makanan ringan, teh, dan kopi secara gratis dari Disporapar Sidoarjo.
Fasilitas tersebut membuat warga tidak hanya terpaku pada layar pertandingan. Mereka juga memanfaatkannya sebagai kesempatan untuk bercengkerama dan menikmati pertandingan bersama warga lainnya.
Salah satu warga, Jono, menilai kegiatan nobar memiliki nilai lebih karena mampu mempertemukan masyarakat dalam suasana yang santai sekaligus memperkuat kebersamaan.
“Event seperti ini, terutama nobar sepak bola, harus terus dilakukan. Selain menghibur, kegiatan ini bisa mempererat guyub rukun antarwarga dan menarik masyarakat untuk datang melihat berbagai kegiatan yang dibuka di Dispora Sidoarjo,” kata Jono.
Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada momentum pertandingan Timnas Indonesia saja. Menurutnya, kegiatan positif yang melibatkan masyarakat dapat terus diperbanyak sehingga ruang interaksi antarwarga semakin terbuka.
Bagi warga Sidoarjo, kemenangan Indonesia atas Thailand malam itu akhirnya bukan sekadar hasil pertandingan. Nobar menjadi momentum ketika dukungan terhadap Garuda menyatukan warga dalam satu ruang, dari ketegangan sepanjang laga hingga perayaan setelah Indonesia memastikan gelar juara.
(Lisa)


