sidoarjoupdate.com – Pembangunan RSUD Sedati Kabupaten Sidoarjo menunjukkan progres positif. Hingga 20 September 2026, pengerjaan rumah sakit tersebut telah mencapai sekitar 25 persen atau lebih tinggi dari target 23 persen. Capaian itu menjadi salah satu perhatian dalam inspeksi mendadak (sidak) Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana, Jumat (25/9/2026).

Dalam peninjauan tersebut, progres pembangunan berdasarkan pengecekan di lapangan tercatat mencapai 25,471 persen. Mimik memastikan pekerjaan terus berjalan dengan memperhatikan target waktu sekaligus kualitas bangunan.
Sidak dilakukan untuk melihat langsung kondisi fisik proyek dan mencocokkannya dengan laporan progres yang diterima. Wabup Mimik Idayana hadir bersama jajaran Dinas Kesehatan Sidoarjo, Forkopimka Sedati, Inspektorat Kabupaten Sidoarjo, project manager, serta konsultan pengawas.
Sejumlah bagian bangunan diperiksa secara langsung. Dari pengecekan tersebut, Mimik menyebut kondisi bangunan dalam keadaan aman dan tidak ditemukan kendala.
“Alhamdulillah, progresnya sudah mencapai 25,471 persen. Insya Allah kurang 52 hari lagi sudah terselesaikan sampai lantai dua. Bismillah, mudah-mudahan sesuai dengan target dan semuanya aman,” ujar Wabup Mimik Idayana.
Pembangunan RSUD Sedati menjadi perhatian karena fasilitas kesehatan tersebut diharapkan segera dapat dimanfaatkan masyarakat. Karena itu, pemantauan terhadap progres pekerjaan dinilai penting untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana hingga tahap penyelesaian.
Project Manager RSUD Sedati Basirul Fuad menjelaskan, pemeriksaan yang dilakukan Wabup Mimik mencakup kualitas, kekuatan, dan mutu bangunan. Hasil pengecekan lapangan, menurutnya, menunjukkan kondisi pembangunan dalam keadaan baik.
“Kualitas dan kekuatannya tadi dicek langsung sama Ibu Wabup. Alhamdulillah hasilnya juga baik,” ujarnya.
Basirul menyebut progres per 20 September 2026 telah berada di kisaran 25 persen, melampaui target yang ditetapkan sebesar 23 persen. Dengan capaian tersebut, pengerjaan ditargetkan dapat rampung pada pertengahan November 2026.
“Pekerjaan yang berat-berat ini sudah selesai. Tinggal pekerjaan unit-unit yang progresnya besar sehingga kami optimistis bisa selesai sesuai target,” katanya.
Selain mengejar penyelesaian fisik bangunan, Mimik meminta seluruh pihak tetap mempertahankan kualitas pekerjaan sampai proyek selesai. Perhatian juga diberikan terhadap fasilitas pendukung yang nantinya ikut menunjang pelayanan di lingkungan rumah sakit.
Salah satunya musala yang berada di kawasan RSUD Sedati. Mimik meminta fasilitas ibadah tersebut dibangun dengan kualitas yang baik dan dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat maupun keluarga pasien.
“Titip musalanya harus yang terbaik agar bisa menjadi tempat untuk beribadah dan mendoakan kesembuhan pasien,” pesannya.
Pembangunan RSUD Sedati selanjutnya diharapkan tidak hanya selesai sesuai target waktu, tetapi juga memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan. Kehadiran rumah sakit ini diharapkan memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kecamatan Sedati dan wilayah sekitarnya.
(Lisa)


