sidoarjoupdate.com – Penguatan organisasi menjadi perhatian Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sidoarjo di tengah dinamika politik dan agenda partai yang terus berkembang. Konsolidasi tidak hanya diarahkan untuk memperkuat struktur kepengurusan, tetapi juga memastikan kader mampu menerjemahkan visi partai dalam kerja nyata di tengah masyarakat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Hal itu mengemuka dalam kegiatan Orientasi Politik DPC PKB Sidoarjo dan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) Tahun 2026 yang digelar di Room Meeting Jupiter, Sun City Sidoarjo, Minggu (4/10/2026).

Forum tersebut diikuti Ketua dan seluruh jajaran pengurus DPC PKB Sidoarjo. Sejumlah agenda organisasi dibahas dalam forum tersebut, termasuk evaluasi pelaksanaan program serta penyamaan langkah menghadapi agenda partai ke depan.

Ketua DPC PKB Sidoarjo, Rizza Ali Faizin, menilai kekompakan antarpengurus menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan kerja organisasi. Soliditas diperlukan agar struktur partai memiliki arah yang sama ketika menjalankan program maupun merespons persoalan yang berkembang di masyarakat.

Pria yang akrab disapa Kaji Reza itu juga meminta seluruh pengurus mengikuti pembekalan politik dengan serius. Menurutnya, orientasi tidak berhenti pada penambahan pemahaman secara internal, tetapi harus berlanjut dalam pelaksanaan tugas organisasi dan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami berkomitmen menjadikan DPC PKB Sidoarjo sebagai rumah yang amanah bagi seluruh kader dan simpatisan. Dukungan dan bimbingan dari LKN serta DPW PKB Jawa Timur menjadi dorongan kuat bagi kami untuk bekerja lebih baik lagi. Kami siap berkhidmat, menjaga persatuan, dan memperjuangkan aspirasi masyarakat Sidoarjo,” tegas Kaji Reza.

Penguatan kapasitas pengurus juga menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Sekretaris DPW PKB Jawa Timur, Multazamud Dzikri, hadir memberikan arahan sekaligus membekali jajaran DPC PKB Sidoarjo mengenai posisi dan tanggung jawab kader dalam menjalankan organisasi.

Ia menjelaskan, orientasi politik menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman pengurus terhadap ideologi, visi dan misi, serta kebijakan partai, baik pada tingkat nasional maupun daerah.

“Kader PKB tidak hanya sekadar memegang jabatan, melainkan siap menjadi pelayan masyarakat yang berintegritas, berakhlak mulia, dan setia pada nilai-nilai kebangsaan serta keagamaan. Orientasi ini adalah langkah awal untuk memastikan setiap pengurus DPC memahami tugas pokok dan fungsi­nya dengan benar,” ujarnya.

Selain pembekalan, Muskercab dimanfaatkan untuk memperkuat koordinasi antarpengurus. Evaluasi terhadap agenda organisasi menjadi bagian dari pembahasan untuk melihat sejauh mana program yang telah disusun dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Konsolidasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada struktur DPC. Pengurus didorong membangun komunikasi yang lebih kuat dengan kader, simpatisan, hingga masyarakat di berbagai wilayah Sidoarjo.

Dengan demikian, hasil orientasi politik dan Muskercab 2026 diharapkan dapat menjadi pijakan bagi DPC PKB Sidoarjo dalam menyusun langkah organisasi berikutnya. Penguatan internal sekaligus diarahkan agar visi dan misi partai dapat diterjemahkan dalam kerja yang lebih konkret di tengah masyarakat.

(Lisa)