sidoarjoupdate.com – Jalur menuju Krian di kawasan simpang tiga bypass Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, sempat ditutup sementara setelah sebuah truk tronton bermuatan jagung menabrak taman jalan dan tiang penerangan jalan umum (PJU), Selasa (20/10/2026). Kabel yang melintang di badan jalan setelah insiden tersebut menjadi alasan petugas membatasi akses kendaraan demi keselamatan pengguna jalan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kecelakaan tunggal itu terjadi saat truk melaju dari arah Surabaya menuju Mojokerto. Dugaan sementara, pengemudi kehilangan konsentrasi karena mengantuk hingga kendaraan tidak terkendali dan menghantam fasilitas jalan di persimpangan tersebut.

Kapolsek Balongbendo Kompol Sunari mengatakan, kondisi pengemudi menjadi salah satu faktor yang diduga memicu kecelakaan. Namun, penyebab pasti insiden tersebut masih perlu dipastikan melalui penanganan petugas.

“Dugaan sementara, pengemudi mengantuk saat melintas di simpang tiga bypass Balongbendo sehingga kendaraan menabrak taman dan tiang PJU,” ujar Sunari.

Pengemudi truk diketahui bernama Muhammad Zainal Arif, 23, warga Sukomanunggal, Surabaya. Ia mengalami luka ringan akibat kejadian tersebut dan langsung dibawa ke RSU Anwar Medika untuk mendapatkan penanganan medis.

Dampak kecelakaan tidak hanya mengenai kendaraan dan fasilitas jalan. Kabel yang melintang di badan jalan turut menimbulkan risiko bagi pengendara lain, terutama kendaraan yang melintas di sekitar persimpangan. Kondisi itu membuat pengamanan lokasi menjadi prioritas sebelum jalur kembali dibuka.

“Untuk sementara, jalur yang mengarah ke Krian ditutup karena terdapat kabel yang melintang di jalan,” jelas Sunari.

Penutupan dilakukan selama proses penanganan berlangsung. Meski akses menuju Krian sempat dibatasi, arus lalu lintas dari tiga arah di sekitar lokasi dilaporkan tetap lancar. Petugas kepolisian melakukan pengamanan dan pengaturan kendaraan untuk mencegah potensi kecelakaan lanjutan.

Insiden tersebut menjadi pengingat bahwa kondisi fisik pengemudi berperan penting dalam keselamatan berkendara. Rasa kantuk dapat menurunkan konsentrasi dan memperlambat respons ketika pengemudi harus mengambil keputusan, terlebih saat mengoperasikan kendaraan berat bermuatan besar di jalur lalu lintas.

Sunari mengimbau para pengemudi agar tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan ketika mulai mengantuk. Berhenti dan beristirahat di lokasi yang aman menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kecelakaan di jalan raya.

“Keselamatan harus menjadi prioritas. Jika mengantuk, pengemudi sebaiknya menepi di tempat yang aman untuk beristirahat agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya.

(Ari)