Sidoarjoupdate.com – Di tengah menjamurnya kegiatan sosial berupa pembagian nasi bungkus setiap Jumat, Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Sidoarjo memilih jalur berbeda. Organisasi kemasyarakatan tersebut kini mengalihkan program Jumat Berkah menjadi pembagian kupon Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax gratis bagi para pengemudi ojek online (ojol).

Program yang digelar di SPBU Keramean, Kecamatan Candi, Sidoarjo itu mendapat sambutan tinggi dari kalangan ojol. Bahkan pada pelaksanaan perdana, jumlah penerima manfaat jauh melampaui target yang telah disiapkan panitia.
Ketua MPC Pemuda Pancasila Sidoarjo, H Mursidi, menjelaskan perubahan konsep tersebut lahir dari hasil evaluasi internal organisasi. Menurutnya, kebutuhan masyarakat saat ini tidak hanya sebatas makanan siap saji, tetapi juga bantuan yang mampu meringankan biaya operasional pekerjaan sehari-hari.
“Jumat Berkah itu, memang diawali dari kegiatan pembagian nasi bungkus. Setelah kita evaluasi, karena banyaknya Jumat Berkah berupa nasi bungkus, kami pengurus memutuskan Jumat Berkah BBM gratis ini jauh lebih memberikan manfaat langsung ke warga yang membutuhkan,” ujar H Mursidi saat di lokasi kegiatan di SPBU Keramean, Kecamatan Candi, Sidoarjo.
Pilihan Pertamax sebagai BBM yang dibagikan juga menjadi bagian dari pesan yang ingin disampaikan kepada masyarakat. Selain membantu kebutuhan harian para pengemudi ojol, program tersebut diharapkan dapat mendorong penggunaan bahan bakar yang dinilai lebih berkualitas.
“Agar mereka terbiasa menggunakan BBM berkualitas dan ramah lingkungan tanpa bergantung pada BBM bersubsidi,” ungkapnya.
Antusiasme penerima manfaat terlihat sejak hari pertama program dijalankan. Awalnya panitia hanya menargetkan pembagian sekitar 200 kupon setiap Jumat. Namun tingginya minat membuat jumlah kupon yang disediakan harus ditambah hingga tiga kali lipat.
“Hari pertama targetnya sebenarnya 200 kupon, tetapi karena tingginya antusiasme dan koordinasi lapangan, kita siapkan 600 dan habis sampai 558 kupon dalam satu kali kegiatan. Untuk hari ini dan pekan berikutnya, target kita tetap 200 kupon saja. Akan tetapi, kalau antrean membludak, konsekuensinya kupon akan tetap kita tambah agar rekan-rekan ojol tidak kecewa,” jelas Abah Mur didampingi pengurus MPC Pemuda Pancasila Sidoarjo lainnya.
Menurutnya, keberhasilan program tersebut menunjukkan masih besarnya kebutuhan masyarakat terhadap bantuan yang bersifat langsung dan menyentuh aktivitas ekonomi sehari-hari. Karena itu, pihaknya membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pelaku usaha di Kabupaten Sidoarjo.
Lewat kegiatan tersebut, H Mursidi berharap perusahaan-perusahaan yang memiliki program tanggung jawab sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR) dapat ikut terlibat membantu masyarakat secara nyata.
“Harapan saya kepada orang yang mempunyai rezeki lebih, ikut peduli meringankan beban masyarakat Sidoarjo. Masa Pemuda Pancasila saja bisa, pengusaha-pengusaha lainnya tentu juga sangat bisa. Saya mengetuk hatinya agar berbuat demi Sidoarjo yang makmur,” pintanya.
Tidak berhenti pada pengemudi ojol, MPC Pemuda Pancasila Sidoarjo juga mulai mengkaji pengembangan program serupa untuk kalangan sopir angkutan umum. Kelompok pekerja transportasi tersebut dinilai membutuhkan perhatian lebih di tengah perubahan pola mobilitas masyarakat dan tantangan ekonomi yang terus berkembang.
“Ke depan kami cita-citakan program BBM jenis Solar gratis khusus untuk angkutan umum seperti sopir angkot Isuzu dan lainnya. Kalau kendaraan pribadi mobil tidak perlu disantuni, tapi untuk para sopir angkut umum ini yang perlu dipikirkan menjadi program ke depan berikutnya,” pungkasnya.
(Lisa)


