Sidoarjoupdate.com – Tarik – Seorang santri remaja berinisial MRR (14) asal Kecamatan Tarik, Sidoarjo, nekat kabur dari pondok pesantren tempatnya menimba ilmu. Ia diduga kerap menjadi korban perundungan sehingga memutuskan melarikan diri tanpa arah yang jelas. Aksi nekat itu nyaris berujung petaka ketika MRR ditemukan berjalan sendirian di KM Tol Surabaya–Mojokerto (Sumo), sebuah lokasi yang sangat berbahaya bagi keselamatannya.

Beruntung, sepasang suami istri yang melintas, Bayu dan Sono, melihat keberadaan MRR yang berjalan sendirian di tepi jalur tol. Menyadari situasi genting tersebut, mereka segera menghentikan kendaraan dan mengamankan remaja tersebut. Bayu dan Sono kemudian membawanya ke Pos Polisi Legundi Driyorejo untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Di pos polisi, MRR menceritakan bahwa ia kabur dari pondok pesantrennya karena tidak tahan dengan perlakuan teman-temannya. Ia mengaku menjadi sasaran perundungan dan berusaha pulang ke Sidoarjo meskipun tidak tahu arah dan rute yang benar.
Petugas Polsek Driyorejo, Aiptu Suwito, memastikan kondisi fisik serta psikologis MRR dalam keadaan aman sebelum mengambil langkah untuk mengantarkannya kembali ke rumah. Setibanya di Sidoarjo, keluarga menyambut MRR dengan penuh haru, sekaligus menyampaikan terima kasih kepada warga yang telah menolong serta pihak kepolisian yang mengawal kepulangannya.
Menanggapi kejadian ini, Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu mengingatkan pentingnya kepedulian sosial di tengah masyarakat. Ia juga meminta lembaga pendidikan, khususnya pondok pesantren, lebih memperhatikan aspek keamanan serta kenyamanan para santri, termasuk mencegah terjadinya perundungan.
AKBP Rovan turut mengimbau masyarakat agar tidak ragu meminta bantuan atau melaporkan situasi darurat melalui call center 110 ataupun layanan Hotline Lapor Kapolres, agar penanganan gangguan kamtibmas dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
[Redaksi]


