Sidoarjoupdate.com Layar Lokal Film Festival (LLFF) ke-6 resmi ditutup melalui Malam Penganugerahan atau Closing Ceremony yang digelar di Rumah Budaya Malik Ibrahim, Minggu (14/12/2025).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Penutupan ini menjadi puncak apresiasi bagi karya-karya sineas lokal sekaligus menegaskan peran LLFF dalam pengembangan ekosistem perfilman daerah.

Acara penutupan dimulai sejak pukul 18.30 WIB dengan persiapan teknis dan pemutaran teaser pembuka yang membangun antusiasme tamu undangan, sineas, serta komunitas film.

Prosesi penganugerahan menjadi inti acara yang berlangsung dalam suasana khidmat.Pendiri sekaligus Presiden Festival LLFF, Rehal Lahir Prias Supuntari, menyampaikan bahwa LLFF terus berkomitmen menjadi ruang tumbuh bagi sineas lokal.

“LLFF bukan sekadar festival, tetapi ruang bertemu, belajar, dan saling menguatkan bagi sineas lokal. Kami ingin film daerah terus memiliki ruang untuk berkembang secara berkelanjutan,” ujarnya.

Prosesi penyerahan penghargaan dipimpin langsung oleh Rehal bersama Direktur Festival Fahmi Adimara, didampingi jajaran panitia inti. Fahmi menilai kualitas karya yang ditampilkan pada LLFF ke-6 menunjukkan perkembangan signifikan.

“Tahun ini terlihat peningkatan kualitas dari sisi cerita, teknis, hingga keberanian tema. Ini menjadi sinyal positif bagi masa depan film lokal,” kata Fahmi.

Film produksi Boomcraft Production berjudul “Kandang dan Ladang” tampil sebagai juara umum LLFF ke-6 dengan meraih Golden Mud Awards sebagai Film Terbaik LLFF 2025.

Selain itu, film ini juga mendominasi sejumlah kategori utama, di antaranya Pemeran Terbaik oleh Kun Baehaqi Almas, Penata Gambar Terbaik oleh Ahmad Mahrus Mubarak, serta Penyunting Gambar Terbaik oleh Rokhmatullah Raju Julyanto.

Perwakilan tim Kandang dan Ladang mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan yang diraih.

“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berkarya dan mengangkat cerita lokal secara jujur dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Sementara itu, film “Pulasara” produksi Program Studi Televisi dan Film Universitas Jember juga mencatatkan prestasi.

Sutradaranya, Lailatul Mukjizah, meraih Sutradara Terbaik sekaligus Special Mention Awards dari dewan juri.

Penghargaan Penulis Skenario Terbaik diraih Rizal Hanun melalui naskah film Jawa Randu di Jalan Jalang yang dinilai memiliki kekuatan naratif dan kedalaman cerita.

Rangkaian acara penutupan ditutup dengan penampilan hiburan musik dan berakhir pada pukul 21.45 WIB.

Melalui penyelenggaraan LLFF ke-6, diharapkan ekosistem perfilman lokal di Sidoarjo dan sekitarnya terus tumbuh serta melahirkan karya-karya film yang berkualitas dan berdaya saing.