SIDOARJO,Sidoarjoupdate.com – Bupati Sidoarjo H. Subandi menegaskan bahwa proyek pembangunan pintu air dan rumah pompa (boezem) di Desa Kedungpeluk, Kecamatan Candi, harus segera dirampungkan sesuai target.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Hal itu disampaikan saat memimpin rapat evaluasi proyek di Opsroom Setda Sidoarjo, Senin (01/12/2025).

Rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Bupati Subandi di lokasi proyek rumah pompa Kedungpeluk pada Kamis (27/11/2025) pekan lalu.

Proyek rumah pompa yang menelan anggaran sebesar Rp7 miliar tersebut saat ini mengalami deviasi pekerjaan sekitar 30 persen. Menyikapi kondisi itu, Bupati Subandi menekankan perlunya percepatan, terutama pada pengerjaan lantai bawah rumah pompa yang menjadi bagian paling krusial.

Rumah pompa tersebut dirancang untuk mencegah banjir dan mengalirkan debit air dari sungai di wilayah Tanggulangin dan Candi, yang selama bertahun-tahun sering kali menjadi langganan banjir.

Hadir pada rapat ini Kepala Dinas PU BM SDA. Dwi Eko Saptono, pelaksana proyek, serta pihak-pihak terkait. Bupati menyampaikan bahwa proyek ini harus segera selesai.

Mengingat progres pembangunan rumah pompa mengalami deviasi sebesar 30 persen dari target, Bupati Subandi meminta penambahan tenaga kerja untuk segera menyelesaikan lantai bawah. Jika lantai bawah sudah selesai, proyek bisa segera digunakan untuk mengantisipasi kelebihan debit air.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Subandi menekankan kepada Kepala Dinas PU BM SDA. Dwi Eko Saptono untuk benar-benar mengawasi pengerjaan proyek dam Kedungpeluk, terutama lantai bawah rumah pompa yang harus segera diselesaikan.

“Kalau bisa Jumat, lantai bawah itu harus sudah selesai. Pengerjaan harus dimaksimalkan untuk lantai bawah. Sebab, pengerjaan yang paling sulit adalah lantai bawah rumah pompa,” tegas Bupati Subandi.

Ia menambahkan, jika lantai bawah sudah selesai, dalam kondisi cuaca apa pun, pembuangan air dari Tanggulangin (selatan) ke Kedungpeluk (utara) akan lebih mudah.Sebaliknya, jika lantai bawah belum selesai, pembuangan air tetap sulit.

Pembangunan dam dan rumah pompa di Kedungpeluk bertujuan menarik debit air dari Tanggulangin agar bisa dialirkan ke muara, karena dam dan boezem Kedungpeluk terhubung langsung dengan Boezem Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin.

Dinas PU BM SDA diminta untuk memastikan penyelesaian proyek ini sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Bupati Subandi mengingatkan, jangan sampai kontraktor pelaksana gagal menyelesaikan pekerjaan dan terjadi wanprestasi.

Waktu yang tersisa tinggal tiga minggu hingga berakhirnya kontrak pada 26 Desember. Namun, ada tambahan waktu 50 hari yang dapat digunakan jika diperlukan, dengan catatan kontraktor pelaksana akan dikenakan denda jika proyek tidak selesai tepat waktu.

“Jika dalam waktu tiga minggu proyek ini tidak selesai, maka akan ada penambahan waktu lagi,” ucap Bupati Subandi.

Untuk mempercepat proses pengerjaan, Bupati Subandi juga meminta agar pekerja tambahan segera diterjunkan ke lokasi proyek guna mengejar target penyelesaian.

Pemkab Sidoarjo sangat berharap pembangunan dam dan rumah pompa di Kedungpeluk ini dapat menjadi solusi atas bencana banjir yang selama ini melanda wilayah Tanggulangin.

“Jika pelaksana wanprestasi, kasihan warga Kecamatan Tanggulangin yang kebanjiran,” pungkas Bupati Subandi.

 

Red-sda-update