SIDOARJOUPDATE – TAMAN – Ruas Jalan Raya Trosobo kembali menjadi sorotan publik. Jalan yang baru dibuka pascaproyek pelebaran crossing jembatan itu sudah mengalami kerusakan di sejumlah titik dan memicu kecelakaan lalu lintas hanya sehari setelah dioperasikan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pantauan di lokasi menunjukkan aspal terkelupas dan ambles di beberapa bagian badan jalan. Kondisi tersebut dinilai membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor, terlebih saat malam hari.

Mandor pelaksana proyek, Agung, mengakui pembukaan jalan dilakukan saat kondisi aspal belum sepenuhnya kering. Hal tersebut, menurutnya, menjadi salah satu penyebab kerusakan yang terjadi.

“Saya juga bingung, Pak. Aspal posisinya masih belum kering, tapi langsung dibuka,” ujarnya.

Pernyataan tersebut justru menimbulkan tanda tanya besar terkait prosedur kesiapan jalan sebelum dibuka untuk umum. Pasalnya, setelah dioperasikan, ruas jalan tersebut langsung dilalui kendaraan dengan arus lalu lintas yang cukup padat.

Dampak dari kondisi jalan rusak itu pun langsung terasa. Kepala Regu 2 Pos PAM 2 Nataru TAC Trosobo, Ipda Andri Tri Sasongko, SH, mengungkapkan bahwa dalam satu hari telah terjadi tiga kecelakaan tunggal yang melibatkan pengendara sepeda motor.

“Hari ini sudah tiga pengendara motor terjatuh,” ungkap Ipda Andri saat dikonfirmasi, Sabtu malam (27/12/2025).

Menurutnya, sejumlah titik jalan mengalami amblesan serta lubang yang cukup dalam dan lebar. Kondisi tersebut semakin berbahaya karena lampu penerangan jalan umum (PJU) di lokasi tidak berfungsi.

“Kondisi jalan sangat rawan kecelakaan. Anggota kami saat ini melaksanakan pengamanan dan pengaturan lalu lintas,” tegasnya.

Petugas Pos PAM Nataru terus melakukan pengaturan arus lalu lintas dan memberikan imbauan kepada masyarakat agar mengurangi kecepatan saat melintas di area proyek.

Sementara itu, pihak kontraktor menyatakan perbaikan baru akan dilakukan setelah pergantian tahun. Namun kepolisian berharap perbaikan bisa segera dilaksanakan, mengingat arus lalu lintas diperkirakan meningkat menjelang perayaan Tahun Baru dan potensi kecelakaan masih tinggi.

Diketahui, Ruas Jalan Raya Trosobo resmi dibuka kembali pada Jumat (26/12/2025) setelah proyek pelebaran crossing jembatan rampung dikerjakan. Jembatan yang sebelumnya hanya selebar 2 meter kini diperlebar menjadi 6 meter. Meski demikian, hasil pekerjaan dinilai belum optimal, padahal proyek tersebut sempat mengalami keterlambatan dari jadwal kontrak yang seharusnya selesai pada 28 November 2025.

[4R]