SidoarjoUpdate.com – Persaingan memperebutkan kursi Ketua Umum KONI Kabupaten Sidoarjo periode 2026–2029 mulai mengerucut. Hingga batas akhir pendaftaran pada Sabtu (22/8/2026), tercatat hanya dua bakal calon yang menyerahkan berkas pencalonan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Salah satunya Muhammad Rafi Wibisono, anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo periode 2024–2029 dari Fraksi PKB. Warga Sedati tersebut datang ke Sekretariat KONI Sidoarjo pada Sabtu siang dengan didampingi sejumlah pendukung untuk menyerahkan dokumen persyaratan pencalonan.

Rafi menyatakan pencalonannya tidak sekadar didorong oleh momentum pergantian kepemimpinan di tubuh KONI. Menurutnya, keinginan untuk terlibat langsung dalam pengelolaan olahraga Sidoarjo telah muncul sejak lama. Perubahan regulasi terkait keolahragaan kemudian membuka ruang baginya untuk ikut dalam bursa tersebut.

“Alhamdulillah, seiring perubahan regulasi pada Undang-Undang No. 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, yang memperbolehkan pejabat publik menduduki jabatan Ketua Umum KONI, ini menjadi kesempatan bagi saya untuk maju,” ungkap Rafi.

Gagasan yang ditawarkan Rafi menitikberatkan pada pemerataan pembinaan. Ia menilai perkembangan olahraga daerah tidak seharusnya hanya bertumpu pada cabang olahraga tertentu, melainkan perlu memberi ruang yang proporsional bagi seluruh cabor.

Keyakinan untuk maju juga disebut semakin menguat setelah mendapat restu keluarga dan dukungan dari sejumlah pengurus cabang olahraga. Rafi mengklaim telah mengantongi dukungan resmi dari 36 cabor. Namun, dukungan tersebut masih akan melalui proses verifikasi oleh tim penjaringan dan penyaringan.

“Dukungan sudah solid, kami sudah mengantongi dukungan resmi dari 36 Cabor, yang nantinya akan diverifikasi oleh tim penjaringan,” jelas Rafi.

Selain mengejar peningkatan prestasi, perhatian terhadap keberlanjutan kehidupan atlet menjadi salah satu isu yang dibawa Rafi. Melalui visi “Atlet Unggul, Sidoarjo Juara”, ia ingin pembinaan tidak berhenti ketika seorang atlet memasuki masa tidak produktif.

“Yaitu berkomitmen mendampingi atlet sejak masa produktif, hingga purna/tidak produktif agar kesejahteraan mereka tetap terjamin,” tambahnya.

Di sisi lain, tahapan pencalonan kini memasuki proses verifikasi. Sekretaris KONI Kabupaten Sidoarjo, Sudarsono, mengatakan seluruh berkas bakal calon akan diperiksa sebelum dibawa ke forum pemilihan.

“Kesempatan sudah dibuka seluas-luasnya kepada masyarakat yang peduli terhadap olahraga Sidoarjo. Namun hingga penutupan pendaftaran, hanya ada dua pendaftar,” kata Sudarsono.

Tahapan tersebut menjadi bagian penting sebelum Musyawarah Kabupaten Luar Biasa (Muskablub) KONI Sidoarjo. Forum yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Agustus 2026 itu akan menentukan Ketua Umum KONI Sidoarjo untuk masa jabatan 2026–2029.

Muskablub digelar setelah Imam Mukri mengundurkan diri dari posisi Ketua Umum KONI Sidoarjo karena alasan kesehatan. Pergantian kepemimpinan ini sekaligus menjadi momentum bagi KONI untuk menentukan arah pembinaan olahraga daerah dalam beberapa tahun mendatang.

Sudarsono berharap seluruh proses berjalan sesuai tahapan hingga terpilih figur yang mampu membawa olahraga Sidoarjo ke level prestasi yang lebih baik.

“Panitia berharap seluruh tahapan dapat berjalan lancar, sehingga ketua umum terpilih nantinya mampu membawa kemajuan bagi prestasi olahraga di Kabupaten Sidoarjo,” harap Sudarsono.

Dengan hanya dua nama yang masuk hingga penutupan pendaftaran, perhatian kini beralih pada hasil verifikasi persyaratan dan dukungan masing-masing bakal calon. Hasil tahapan tersebut akan menjadi salah satu penentu sebelum forum Muskablub menetapkan pemimpin baru KONI Sidoarjo.

[Lisa]