Sidoarjoupdate.com – Krian – Rabu, 03 Desember 2025 — Keluhan masyarakat terhadap kondisi jalan berlubang di wilayah Krian kembali mencuat setelah berulang kali memicu kecelakaan. Salah satunya disampaikan oleh Bang Arik, anggota Info Lintas Sidoarjo (ILS) sekaligus relawan lalu lintas yang selama ini aktif membantu para pengendara yang mengalami kecelakaan, baik siang maupun malam.

Bang Arik dengan tegas mempertanyakan lambannya penanganan lubang jalan yang berbahaya tersebut. “Sudah bolak-balik pengendara jatuh karena terkena jalan berlubang itu, kenapa ya lubangnya belum juga ditambal?” ungkapnya dalam salah satu grup komunikasi relawan. Ia menyayangkan minimnya respons cepat dari pemerintah, seolah menunggu adanya korban terlebih dahulu sebelum perbaikan dilakukan.
Keluhan Bang Arik mendapat tanggapan dari sejumlah aktivis lain yang juga menyoroti masalah serupa. Dalam grup yang sama, Camat Krian Ahmad Fauzi, S.STP., M.HP., menyampaikan bahwa persoalan tersebut sudah dilaporkan ke Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM). Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian terkait tindak lanjut perbaikannya.
Menurut data para relawan, dalam dua minggu terakhir sudah terjadi tiga kecelakaan di lokasi yang sama, yakni di timur Pokphand, sisi kiri arah Surabaya bagian selatan lampu merah. Salah satu kecelakaan bahkan menyebabkan luka cukup parah hingga terjadi pendarahan di area kepala.
Tidak hanya di titik tersebut, di jalur utara menuju Sidorejo–Bareng Krajan juga terdapat lubang besar yang semakin melebar. Banyaknya kendaraan berat dari pabrik-pabrik di sepanjang jalur itu turut memperparah kondisi jalan. Namun hingga kini belum ada inisiatif baik dari pihak terkait maupun pihak industri untuk menambal lubang yang berpotensi menimbulkan korban.
Bang Arik juga mempertanyakan kesiapsiagaan pemerintah dalam menghadapi musim hujan, yang dikenal rawan menyebabkan kerusakan jalan. Ia bahkan sempat menanyakan langsung kepada Camat Krian mengenai kemungkinan pengadaan material tambal darurat untuk kerja bakti malam itu juga, namun jawaban yang diterima menyebutkan bahwa tidak tersedia material tersebut.
Para relawan dan masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan konkret. Perbaikan jalur-jalur rawan ini dinilai sangat mendesak demi menghindari korban jiwa maupun kerugian lain yang lebih besar.
(Redaksi)


